Sport

Jessica Pegula Sabet Gelar Kedua Beruntun di Charleston

Ada banyak pertandingan tiga set. Ini adalah pekan yang sangat panjang bagi saya, dan kalian telah membantu saya melewati begitu banyak pertandingan setiap hari

Jakarta (KABARIN) - Petenis Amerika Jessica Pegula berhasil mempertahankan gelar Charleston Open setelah mengalahkan petenis Ukraina Yuliia Starodubtseva dengan skor 6-2, 6-2 pada babak final, Senin WIB.

Gelar tersebut ia raih setelah berjuang memenangi empat pertandingan tiga set berturut-turut, hingga berhasil menjadi juara bertahan pertama ajang WTA 500 tersebut sejak Serena Williams pada 2012-2013.

"Terima kasih kepada para penggemar yang telah mendukung saya sepanjang pekan ini," kata Pegula saat penyerahan trofi dikutip dari WTA.

"Ada banyak pertandingan tiga set. Ini adalah pekan yang sangat panjang bagi saya, dan kalian telah membantu saya melewati begitu banyak pertandingan setiap hari. Jadi terima kasih banyak. Saya senang bermain di sini."

Kemenangan tersebut memberi Pegula gelar keduanya pada 2026, setelah kemenangannya pada WTA 1000 di Dubai bulan Februari, gelar tunggal ke-11 dalam kariernya. Ia kini memiliki catatan 11-11 di final tunggal WTA dan memimpin WTA Tour dengan 24 kemenangan musim ini.

Tentang 11, angka tersebut juga merupakan jumlah jam yang ia habiskan di lapangan selama di Charleston, tepatnya 11 jam 22 menit. Perjalanannya dimulai dengan kemenangan tiga jam 10 menit atas Yulia Putintseva.

Meskipun kemenangan selanjutnya atas Elisabetta Cocciaretto, Diana Shnaider, dan Iva Jovic juga dilalui dalam tiga set, tetapi Pegula tampil prima di final.

Pegula sempat tertinggal dalam servisnya pada kedudukan 2-1, tetapi ia kemudian memenangi lima game berturut-turut untuk merebut set pertama hanya dalam waktu setengah jam.

Titik balik terjadi pada kedudukan 2-2, ketika pukulan forehand Starodubtseva yang meleset ke lapangan memberi Pegula sedikit celah pada kedudukan 30-30.

Kesalahan forehand lainnya pada poin berikutnya memberi Pegula break point, dan meskipun ia tidak berhasil memanfaatkannya, kesalahan ketiga Starodubtseva dari sisi yang sama memberi Pegula break.

Rentetan lima game yang ia menangi di set pertama berlanjut menjadi 10 game beruntun saat ia membangun keunggulan 5-0 di set kedua.

Saat melakukan servis untuk memenangi pertandingan, ia mengalami sedikit kendala dalam game yang berlangsung selama 12 menit ketika Starodubtseva menyelamatkan tiga match point dan mendapatkan break pertamanya. Namun, Pegula memperbaiki keadaan dua game kemudian.

Pegula berada di peringkat lima dunia, dan akan tetap berada di peringkat tersebut saat peringkat WTA dirilis, Senin.

Sementara itu, Starodubtseva diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan. Setelah memasuki pekan ini di peringkat 89, ia diproyeksikan naik ke peringkat tertinggi dalam kariernya, yaitu peringkat 53, 10 peringkat di atas peringkat terbaiknya sebelumnya di 63.

Kesuksesan itu terjadi setelah penampilan mengejutkan petenis berusia 26 tahun itu yang mendapatkan tiket otomatis ke babak utama setelah lawannya mengundurkan diri di menit-menit terakhir.

Ia telah mengalahkan favorit tuan rumah McCartney Kessler dan Madison Keys dalam perjalanan menuju final WTA pertamanya.

"Selamat kepada Yuliia. Permainan tenis yang luar biasa minggu ini. Semoga sukses untuk Anda dan tim Anda," ujar Pegula.

"Dan jika ada yang belum tahu, dia memiliki kisah yang luar biasa. Jadi saya mendorong kalian untuk lebih mengenalnya dan terus mendukungnya."

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: